X以外のSNSでの投稿にはPrivatter+がおすすめです
Xフォロワー限定公開・リスト限定公開の停止について

Syongton/tonsyong

全体公開 13 13014文字
2026-06-23 03:23:48

just a fictional composition, and don't mix personal matters.

Posted by @Mvnvstz

Di malam hari yang cukup dingin kevan berjalan keluar rumah menaiki motornya, setelah ia menerima tawaran nicho untuk ngopi di cafe tempat biasa mereka berbincang untuk menghabiskan waktu sekedar membahasa kerjaan juga tugas kuliah (walaupun mereka berbeda jurusan.) Setelah kurang lebih 30 menit kevan mengendarai motornya akhirnya ia sampai di cafe tempat ia bertemu dengan nicho, kemudian ia melepaskan helm dan pastinya jaket kebanggan nya itu.

"Capek bener, naik motor cuma 30 menit doang." Ucap kevan dengan suara yang cukup keras, hingga orang disebelah nya mendengarnya.

"Terbang aja kalau capek, mas." Lirik kevan ke orang yang berbicara barusan.

"Kalau bisa terbang gua udah terbang." Jawabnya dengan bibir tersenyum lalu menepuk pundak orang di sebelahnya lalu melangkah masuk ke dalam cafe.

Note: Ini cafe nya bisa privat ruangan ya, dan ini sebenarnya milik nicho cuma dia ga pernah bilang ke kevan? Setiap mau bilang selalu lupa, maklum anak teknik.

"Mana dah si nicho, biasanya disini." Ucap kevan dalam hati sambil melihat sekitarnya, mencari keberadaan temannya itu.

"Kak kevan?" Ucap salah satu pelayan disana.

"Eh iya teh, saya kevan. Kenapa ya?" Jawabnya dengan ekspresi kebingungan.

"Oh berarti saya bener, tadi mas nicho suruh anterin kakak ke tempat yang udah di pesan nya. Mari ikut saya kak?" Sambil berjalan menujukan arah tempat yang di pesan nicho.

Kevan dan pelayan berjalan ke lantai 2 yang cuma berisikan 3 ruangan privat, yang terilhat sangat minimalis berwarna putih dan biru.

"Makasih ya." Kevan berterimakasih kepada pelayan, lalu di berikan senyuman dan anggukan.

Perlahan kevan membuka pintu lalu menemukan sosok nicho sedang meminum coffe, dengan santai nya.

"Oh, udah dateng?" Ucap santai nicho tanpa melirik kevan sedikitpun.

"Eh bangsat ngapain pakai privat room segala? Ngopi 30k doang mesen privat room." Ucap kevan lalu duduk di depan nicho, sambil terus menatap nicho yang sedang menikmati kopinya.

"Orang nanya tuh di jawab, malah kaya bocah dongo." Lirihnya lagi

"Biar beda aja." Ucap nicho sambil meletakan kopinya, lalu menatap kevan.

"Banyak gaya lu." Tangan kevan mulai mengambil gelas di depan nya, berisikan kopi yang baru saja di antarkan pelayan lalu meminumnya perlahan.

"Kasar juga mulut lu, gua sumpel kontol juga lu." Lirih nicho pelan.

"Gila lu? Yang ada lu sini gua sumpel kontol gua." Perlahan kevan bangun dari duduknya, dan menghampiri nicho.

"Boleh, di mulut aja tapi ya? Kalau di lubang kayaknya gabisa, soalnya gua yang bakalan lakuin." Nicho juga bangun dari duduknya, lalu mendorong kevan ke sudut ruangan dan berjalan ke arah pintu lalu menguncinya.

"Gila lu? Ini cafe goblok." Amarah kevan mulai terlihat.

"I don't care sayang, lagian ga akan ada yang denger juga liat di bawah sana kan?" Langkah demi langkah mulai menghampiri kevan di sudut ruangan tersebut, dengan sekali dorongan bibir nicho dan kevan bertemu.

Menyesap, menjilati dan perlahan mulai mengigitnya hingga kevan membuka mulutnya karena merasakan sakit di bibirnya. Tangan nicho mulai menekan tengkuk kevan dengan kuat hingga kevan kewalahan, lalu kevan memukul dada nicho dengan kuat hingga nicho terpaksa melepaskan nya.

"Manis." Ucapnya sambil tersenyum.

"Wkwkw sialan, ngajakin kesini cuma buat cium gua? Sinting lu." Tawanya sambil mengusap air liur yang menetes ntah punya siapa..

"Gua masih normal, kalaupun gua gay? Gua yang bakalan nusuk lu nicho." Ucapnya sambil menghampiri nicho lalu mendorongnya, dan mencengkram pinggang nicho.

"Coba aja kalau bisa?" Jawab nicho dengan santai.

Bibir mereka kembali bertemu kali ini jauh lebih dalam dan lebih menuntut bukan hanya sekedar ciuman biasa, tapi ada hasrat yang selama ini terpendam dalam.

"Mmhh mmh...nngnnhh, sialanhhh." desah nicho saat kevan turun ke area lehernya dan menjilati juga menyesapnya, lalu mulai mendorongnya dan nicho melakukan hal sama ke kevan? Menyesap juga menjilati lehernya dengan kuat.

"Shhh.. mmhhh, nicnhhh.." desah kevan dengan frustasi, di tambah tangan nicho mulai mengusap kontol nya itu dari luar celana nya sambil menekan-nekan nya.

Menjauhkan wajahnya dan mulai menatap ekspresi kacau kevan saat tangannya mengusap kemaluan nya dari luar, dengan sesekali menekannya.

"Katanya bukan gay, di giniin ngaceng wkwk." Tawanya sambil menatap wajah kevan.

"Sialanhh, lepasin anjing." Pasrah kevan..

"Mending tuh mulut lu pakai buat desahin nama gua, daripada ngomong kasar?" Dengan cepat tangan nicho mulai masuk ke dalam baju kevan, dan memilin puting nya lalu meremasnya kuat.

"Anjinnhhh, lepasin goblok." Ucap kevan dengan kesal.

Nicho mulai menyingkap baju kevan dan menampilkan puting kevan yang cukup menarik di matanya, kemudian mendekatinya dan menjilati juga mengigitnya sesekali bukan hanya di puting kanan nya? Tapi puting kirinya juga di perlakukan sama hal nya.

"Ahh nichoo.."

"Kenapa? Enak?" Tanpa henti ia mulai melanjutkan aksinya dengan menyesap puting kevan yang kanan, juga yang kiri.

"Sialanhhh.." lirih kevan, dengan tangannya mulai menekan kepala nicho dengan kuat agar bisa menyesapnya lebih dalam.

Tangan satunya ga tinggal diam ia mulai melepaskan ikat pinggang kevan perlahan, dan membuka resleting celana jeans nya lalu memasukan tangan nya ke dalam celana dalam kevan. Dengan cepat tangan nicho mulai menggengam nya lalu mengeluarkan milik kevan dari sana, dan menurunkan celana kevan perlahan hingga se-lutut. Tangannya mulai mengocok kontol kevan dengan pelan dan lidahnya masih bermain dengan puting kevan, hingga enggan melepaskan nya.

"ahhhh ~ mmmhh shhh nicnhh.." racau kevan, dengan mulut terbuka.

"Iya sayang? Enak kan, makanya jangan munafik." Melepaskan jilatan nya di puting kevan, lalu mulai fokus mengocok milik kontol kevan dengan cepat.

"Sial, sial, sialllll.. mau keluarrr, eunghhahhh." Tangan kevan mulai memegangi pundak nicho dengan kuat, lalu merasakan cairan nya keluar dan begitu banyak mengotori tangan nicho.

"Wkwwk baru gitu doang udah keluar, tapi ini belum intinya." Membalikkan posisi dengan kevan mengadap tembok ruangan.

"Lu mau ngapain brengsek? Lepasin gua, ini cafe anjing" Berontak kevan dengan terus bergerak ke kanan dan kiri.

"Diem." Tangan nicho yang terkena cairan percum kevan, mulai mengarahkan nya ke lubang senggama kevan lalu melumurinya dan perlahan memasukan satu jarinya.

"Ahh"

"Ketat banget anjing, sampai jari gua kejepit." Perlahan menggerakan nya maju mundur lalu memutar secara terus menerus, lalu menambahkan satu jarinya lagi untuk membuat gerakan menggunting di dalam sana.

"ahhh shhh nichhoo ahh.. sssakitthh, anjinnhh" racau nya lagi dengan mata mulai tertutup menikmati jari nicho, yang mulai terasa enak di dalam sana.

"akhhh! ah ahhh ~ disana nichh.."

"Disini?" Nicho mulai menekannya dan menggerakan 2 jarinya lalu memasukkan satu jarinya lagi, total ada 3 jari di dalam sana.

"fyuckhh ahhh ~ enak banget anjing."

Nicho mulai melepaskan tiga jarinya dari lubang kevan sekaligus, dan ia bisa melihat ekspresi kacau kevan di depan nya dengan cepat ia membuka celana nya hingga selutut juga dan mengeluarkan kontolnya yang sudah menegang di dalam sana lalu ia mengocoknya cepat agar siap memasuki lubang kevan.

"Langsung intinya aja, gua udah ngaceng banget." Dalam sekali hentakan nicho memasukan kontolnya, tapi itu baru setengah saja dan kembali ia keluarkan lagi lalu memasukkan nya dengan sekali hentakan. Bisa ia rasakan kontolnya itu terjepit lubang kevan di dalam sana, dan sedikit memundurkan pinggang kevan hingga kontolnya tertanam cukup dalam.

"akhhh! Anjing, pelan-pelan." Ucap kevan dengan kesal.

"Maaf." Nicho mulai mengecup pundak kevan lembut.

Nicho menggerakan kontolnya dengan perlahan tapi pasti, dengan tangan kirinya mulai meremas puting kevan dan tangan kanan nya memegang pinggang kevan sambil menekan nya.

"Mmmhh.." desah tertahan nicho.

"Nicho.. mmhh ahhh, ngghh ahhh enakmhh.." desah kevan sambil tangan nya mulai memegangi kontolnya sendiri dan mengocok nya pelan.

"Wkwkwk jalang, baru digituin doang udah ke-enakan ya? Sambil ngocok kontolnya sendiri." Ucap nicho sambil menusuk-nusuk lubang kevan tanpa henti dan melihat pergerakan tangan kevan mengocok miliknya sendiri.

"Ketat banget sialan, kontol gua sampai masuk lebih dalam." Lirihnya sambil tangan kirinya perlahan turun memegangi perut kevan memberitahu bahwa kontolnya tercetak jelas disana.

"hangghh eunghh.. ahhh nyahh akhh, mau keluar mau keluarnhh." Racau kevan dengan kuat sambil menggelengkan kepalanya.

"Keluarin aja sayang, gausah takut ini cafe punya aku." Mengecup surai rambut kevan dengan lembut.

"akhhh! ah"

Kevan keluar dengan cepat sedangkan nicho belum sama sekali, dan ia terus mencari pelepasan nya itu dengan terus menggerakan kontolnya di dalam sana.

"Sial, gua mau keluar kev... mmhh.. ahhh–." Nicho merasakan cairannya mulai keluar dan kevan merasakan penuh di dalam lubangnya, perlahan nicho melepaskan kontolnya dari lubang kevan dengan terus memperhatikan lubang kevan yang meneteskan sperma nya.

"Anjing." Kevan langsung membalikkan keadaan dengan nicho berada di depan nya mengukungnya penuh.

"Sialan lu nicho, gua ga terima anjing."

"Tapi lu ke-enakan bukan? Munafik." Lirih nicho sambil tersenyum.

"Bangsat." Kevan langsung menurunkan seluruh celana nicho juga dirinya dan melemparnya asal, dengan cepat kevan meludahi dua jarinya lalu mengangkat satu kaki kanan nicho ke pinggangnya.

"Biar gua tunjukin, lu juga bisa desahin nama gua." Dengan sekali tusukan kevan melesatkan jarinya di dalam lubang nicho.

"akhhh!"

Kepala nicho mulai terangkat dan menutup matanya saat jari kevan berada di dalam lubangnya, mulai menggerakannya secara memutar juga menggunting.

"Jjanganh di tekan ahhh"

"Oh disini?" Ucap kevan lalu menekannya kuat dan juga menggaruknya di dalam sana.

"sssialanhh." Racau nicho dengan kuat.

"Shuttt, cantik cantik kasar." Kevan mulai mengecup pipi nicho.

"Ahh disitu kev, sial enak banget.."

Kevan mulai mengeluarkan jarinya dan ia dapat melihat wajah kecewa dari nicho di depan nya.

"Kenapa lu keluarin anjing, gua mau keluar dikit lagi."

"Ko marah? Ga sudi gua kalau lu keluar pakai jari gua." Mulai menarik nicho agar lebih dekat dan meludahi kontolnya lalu memposisikan nya di lubang nicho dengan mengangkat satu kaki nicho, lalu dengan cepat memasukan kontolnya sekali hentakan.

"Anjing, enak banget lubang lu nichho."

Kevan mulai gerak dengan perlahan lalu lidahnya menjilati puting nicho secara bergantian, dan tangan kirinya menampar pantat nicho sesekali.

"akhhhh! ngghhh ahh kkkevanhhh.."

"Iya cantik?" Jawab kevan lembut.

"Aangghh hahhh.. ahhh.." desah nicho lagi, terus menerus.

"Kalau di tanya orang, lu milik siapa?" Ucap kevan dengan tangan kirinya meremas pantat nicho kuat.

"G-ggatauhhh."

Tangan kiri kevan mulai menampar pantatnya, lalu tangan kanan nya menarik rambutnya.

"Jawab yang bener, goblok."

" hangghh yyyahh mmilikkhh k-kkevanhh nghh ahh.. akhhh nyahhh!!" Desah nicho dengan kacau dengan sesekali menggelengkan kepalanya.

"Pinter." Kevan terus menghantam kontolnya di dalam lubang nicho.

"Shh–mmhh.." desah kevan pelan.

"H-hah... kev... capek banget... mnghh, hancur beneran lubang aku gara-gara kamu.." nicho terus mendesah kacau hingga membuat kevan semakin terangsang.

"Cantik banget nic, terus desahin nama aku."

2 jam berlalu, aktivitas mereka belum juga usai dengan saling bergantian mengisi lubang mereka masing-masing tapi kali ini mereka sadar bahwa mereka merasakan perasaan yang berbeda? Bukan hanya sekedar hasrat tapi juga cinta.

"Aangghh k-kkevannhh ssakitth! umghh.. akhh!" Nicho mendongakan kepalanya dengan sekarang posisi mereka nicho di atas meja.

"Sebentar lagi gua keluar, tunggu." Semakin cepat gerakan kevan disana tanpa menghiraukan nicho di bawahnya.

"akhhh! sssialanhh." Kevan sampai juga di pelepasnya, lalu menatap nicho yang sudah lemas di bawahnya kemudian ia mengecup pipinya lembut.

"Makasih, ga nyesel gua kesini." Ucap kevan dengan tawanya.

"Anjing, niat gua nusuk lu goblok. Kenapa saling tusuk? Udah gitu gua 2x, dan lu sekali." Kesalnya nicho lalu mengalihkan pandangannya.

"Wkwkwk, lu cantik dan enak sih."

"Sialan."


投稿にいいねする


© 2026 Privatter All Rights Reserved.